Apa yang bisa diceritakan dari hidupku?
Jadi... begini ceritanya.
Hari ini aku berhasil menyelesaikan pekerjaan di ladang lebih cepat dibanding hari-hari sebelumnya. Aku berangkat ke ladang sudah sangat terlambat. Aku baru sampai di ladang pada pukul 07.30. Itu terhitung terlambat untuk memulai pekerjaan ladang. Awalnya aku juga ragu akan bisa menyelesaikannya atau tidak. Apalagi sebelum berangkat, aku sempat mengatakan kepada kakakku untuk pergi ke kabupaten lain siang harinya. Maka aku harus selesai setidaknya pukul 10.00 karena pukul 11.00 harus sudah berangkat.
Aku hanya punya waktu 3 jam 30 menit untuk menyelesaikan pekerjaan di ladang. Sejarah yang kupunya dalam menyelesaikan pekerjaan ladang ini selalu memakan waktu yang sangat lama. Sekitar 6 jam-an.
Tapi, meski ragu akan selesai atau tidak. Aku tetap nekat untuk berangkat dan berusaha mengerjakan secepat yang aku mampu. Aku melihat posisi matahari sudah sangat tinggi ketika aku sudah menyelesaikan separuh pekerjaan. Aku melihat jam dari HP yang kubawa. Ketika itulah aku terkejut melihat jam yang ternyata baru menunjukkan pukul 08.52. Sebuah rekor untuk diri sendiri.
Ya... meski rekor ini juga aku tahu alasan dibalik bisa didapatkan waktu secepat itu. Tapi, siapa peduli. Aku hanya peduli targetku hari ini bisa tercapai. Bisa menyelesaikan pekerjaan ladang sebelum pukul 10.00 dan bisa pergi ke kabupaten sebelah.
Aku menyelesaikan semua pekerjaan hari ini pada pukul 09.30. What a record!
Aku segera pulang. Sesampainya di rumah, ternyata aku mendapatkan kabar kalau rencana pergi ke kabupaten sebelahnya dibatalkan. Itu menjadikanku mengalihkan perhatian untuk melanjutkan pekerjaan di pekarangan rumah.
Rekor yang kupunya dalam menyelesaikan pekerjaan di pekarangan rumah ini adalah 1 jam 30 menit. Aku memulai pekerjaan hari ini pada pukul 09.56.
Aku merasakan panas yang sangat membakar kulit ketika sudah sampai di bagian terakhir. Aku mengira sudah pukul 12.00 siang mempertimbangkan rasa menyengat dari matahari. Juga, karena aku merasa aku melambat dalam menyelesaikan pekerjaan di pekarangan rumah karena sudah merasa lelah dan panas.
Lagi-lagi aku dibuat terkejut karena aku melihat jam baru menunjukkan pukul 11.00 ketika aku masuk ke dalam rumah setelah menyelesaikan pekerjaan. Aku menyelesaikan pekerjaan di pekarangan dalam kurun waktu 1 jam untuk hari ini. What a record, Nak!
Cerita hari ini belum selesai hanya tentang record diriku sendiri. Semua yang mampu aku kerjakan hari ini dibayar dengan rasa lelah dan kantuk setelahnya. Badan ini meminta haknya untuk istirahat.
Sore harinya, sepulang dari acara yang kuhadiri bersama ibu. Aku melihat keponakan memakan es krim. Lalu aku semacam merajuk protes kenapa aku tidak ikut dibelikan. "Ya kamu itu masih kecil atau udah besar?" Kata ibu dari keponakan yang masih asik memakan es krimnya. Tidak terlihat akan sedikit membagi es krimnya padaku.
Aku yang merasa lelah ini tersinggung 'hanya' perkara es krim dan kalimat peruntukkan es krim tadi. "Sejak kapan es krim hanya untuk anak kecil saja!" Marah ku yang hanya kuteriakkan dalam hati.
Beberapa saat terlewati, aku merasa ironi pada diri sendiri. Perkara 'es krim' ini bisa-bisanya jadi hal yang menyinggung. Tapi, apa mau dikata. Terkadang ada hal-hal yang terlihat sepele tapi ternyata bisa meruntuhkan kesadaran dan kesabaran karena ketika itu diri sendiri sedang tidak dalam keaadaan baik-baik saja.
Jadi, tidak apa-apa jika tersinggung pada hal sepele. Yang perlu diperhatikan adalah tindakang ketika tersinggung tadi tidak menyerang balik pada hal sepele tersebut.
Begitulah cerita hari ini...
Photo by Joel Durkee on Unsplash
Selamat malam, untukmu
Semoga kamu kuat dalam kiat menjalani hidup

0 Komentar