Cerita Hari Ini! Dunia Seperti Baik-baik Saja

Pergolakan terjadi di tiap sudut media sosial dan di beberapa sudut kota. Aku memilih untuk mencoba lagi 'pulang' karena alasan yang masih belum bisa diceritakan. Hal itu membuat perjalananku ditemani helaan napas yang berat juga gelengan kepala berulang kali seolah mampu mengusir pikiran negatif yang sulit diusir.

Perjalanan menuju rumah kali ini terasa sangat sulit. Semakin mendekati titik akhir bus akan berhenti, rasanya seperti menyerahkan diri pada keadaan untuk mati. 

Aku mencoba untuk tetap terlihat baik-baik saja ditengah pergolakan dan pikiran negatif yang sulit diusir. Mencium tangan ibu dan berjalan menuju rumah yang sudah sulit kukenali. 

Aku yang berusaha terlihat baik-baik saja ini seperti didukung oleh semesta di sini. Semua terasa baik-baik saja di sini. Dunia seperti baik-baik saja.

Tidak ada keributan seorang ayah mencarikan pekerjaan untuk anaknya. Tidak ada keributan sampah yang ditolak dimana-mana. Tidak ada keributan iklim dunia sudah kacau balau. Semuanya terasa baik-baik saja. 

Di sini semua seperti baik-baik saja. Kabar kelahiran masih mudah ditemukan. Kabar pernikahan bisa ditemukan dengan mudah. Bahkan, jadwal untuk pergi kondangan untuk satu bulan ke depan mungkin sudah penuh bagi tiap-tiap kepala keluarga. 

Di samping tiang listrik ada tiang baru. Si mas yang membantu menjemputku hari itu menjawab pertanyaanku kalau itu adalah tiang wifi. 

'Lihat, Nak! Satu tahun terlewat dan tempat ini terlihat baik-baik saja. Bahkan terlihat makin 'megah'. Hanya kamu yang terlihat menyedihkan di sini.' Kataku pada diri sendiri. 

Orang-orang sibuk dengan hidup masing-masing. Acara demi acara bergantian harus disambut dan dirayakan. Seperti tidak ada ruang untuk berbicara jika pendidikan adalah jalan untuk menyelamatkan diri sendiri dan masa depan. Hari demi hari dipenuhi dengan beban apakah esok masih bisa makan. Mungkin acara di tetangga sebelah barat desa bisa dijadikan ajang perbaikan gizi. 

 

Photo by Henry Be on Unsplash

 

Aku masih menjadi anomali diantara orang-orang berlari bahkan mati. 

Membicarakan mimpi dengan diri sendiri dan mencoba untuk menepati janji. 

Selamat malam, untukmu.

Apakah kamu sudah menentukan menu untuk makan esok hari?


Posting Komentar

0 Komentar